Feeds:
Pos
Komentar

Kanguru Mother Care

Indahnya kasih sayang seorang ibu sepanjang hayat mungkin tidak bisa dirasakan oleh semua bayi. Masih banyak bayi di Indonesia yang hanya merasakan hangatnya kasih sayang bunda dalam sekejap, bahkan ada dari mereka yang tidak sempat merasakan kasih sayang ataupun sekedar sentuhan tangan bunda ketika mereka lahir ke dunia ini. Siapakah mereka? Mereka adalah bayi-bayi prematur atau BBLR yang biasanya langsung dipisahkan dari ibunya dan dimasukkan ke dalam inkubator di suatu ruangan yang bernama NICU. Mengingat masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia, maka sudah waktunyalah dilakukan solusi atas masalah tersebut. Sebetulnya sejak tahun 1978 sudah ditemukan cara perawatan bayi prematur dan BBLR yang sangat praktis.
Adalah Dr. Edgar Rey dan Hector Martinez, dokter spesialis anak ahli neonatal dari Bogota, Kolombia, Amerika Latin. Penemuan mereka berawal dari kondisi dimana pada waktu itu jumlah permintaan dan persediaan inkubator tidak seimbang. Selain itu, mereka juga melakukan penelitian tentang dampah pemisahan ibu dan bayi di NICU. Akhirnya ditemukanlah suatu cara merawat babi prematur dan BBLR dengan menggunakan suhu tubuh ibu sebagai ganti inkubator. Karena mirip dengan cara kangguru merawat bayinya, maka metode ini diberi nama Kangaroo Mother Care (KMC) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Kanguru memiliki cara melahirkan yang unik dan penuh risiko. Betapa tidak, kanguru melahirkan janinnya dalam ukuran yang sangat kecil. Induk kanguru yang beratnya bisa mencapai 60 kilogram atau lebih hanya melahirkan anak seberat 28 gram. Selain itu, panjang anak kanguru yang dilahirkan hanya sekitar 2 cm, atau kira-kira sebesar tawon. Kenapa bayi kanguru penuh risiko? Karena bayi kanguru yang sangat kecil itu harus berjuang sendiri masuk ke kantung induknya segera setelah lahir ke dunia. Rata-rata diperlukan waktu selama 3 menit untuk seekor bayi kanguru mencapai kantung induknya. Jika ia tidak berhasil masuk ke kantung induknya, ia akan mati, dan sebaliknya. Jika bayi kanguru tadi berhasil masuk ke kantung induknya, ia akan hidup dan tinggal di sama sekitar selama 5 bulan penuh. Dalam kantung itulah bayi kanguru mendapatkan mendapatkan susu, dilindungi, dan tumbuh besar.
Dalam kantung induk kanguru terdapat empat putting susu yang berbeda. Di salah satu puting susu, ada susu hangat yang siap untuk diminum bayi kanguru. Di tigas putting lainnya, susu dirancan bukan untuk member makan bayi yang baru lahir, tetapi untuk bayi kanguru yang sudah sedikit besar. Bayi itu akan meninggalkan putting yang memberinya minum pertama kali setelah beberapa minggu, dan mulai minum dari putting lain sesuai dengan usianya. Ketika bayi itu tumbuh lebih besar lagi, ia akan berpindah ke puting selanjutnya. Sulit dipercaya bukan? Demikianlah kenyataannya dan sebetulnya kita bisa belajar dari hal-hal di sekitar kita. Bagaimana seekor bayi kanguru yang hanya sepanjang sekitar 2 cm mengetahui puting mana yang harus dipilihnya? Dan bagaimana induk kanguru, bisa menghasilkan empat jenis susu yang berbeda dalam setiap puting? Tentunya bukan induk kanguru yang bisa menjawab semua pertanyaan itu, tetapi manusia bisa mempelajarinya. Dan Dr. Edgar Rey beserta rekannya telah memperkenalkan metode kanguru untuk merawat bayi prematur dan BBLR. KMC memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan inkubator, yaitu: menjaga suhu tubuh bayi tetap normal, merangsang produksi ASI lebih banyak dan mudah diberikan kepada bayi, berat badan bayi naik lebih cepat, bayi lebin anteng-bisa tidur lama, dan lain-lain.
Selain memiliki sejumlah keuntungan, KMC juga mudah dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Dengan mencuci tangan terlebih dahulu, ibu atau siapapun yang akan melakukan KMC kemudian melepaskan pakaian, dan hal yang sama dilakukan pada bayi kecuali popok dan topi hangat supaya bayi tetap hangat. Setelah itu, letakkan bayi pada tubuh ibu, dimana dada ibu dan dada bayi melekat (skin-to-skin). Gunakan kain atau pakaian kanguru yang menutupi tubuh ibu dan bayinya. Walaupun bayi itu terus-menerus bersama ibunya (atau ayah, nenek, siapa pun), orang yang melakukan KMC masih bisa bebas beraktifitas seperti biasa. Mudah bukan?
Jika saja bayi bisa bicara, mungkin mereka akan berkata: ”Bunda, aku ingin ada di pelukanmu, seperti waktu aku masih ada di perutmu. Selama sembilan bulan, aku selalu ikut ke mana pun bunda pergi. Kenapa sekarang aku dipisahkan dari bunda? Aku takut sendirian, bunda.” Apakah kita tega tetap membiarkan dia berada jauh dari Anda? Tidakkah kita ingin menyentuh tangannya dengan jari kita dan memeluknya? Tidak bisakah kita mendekapnya sekedar memastikan bahwa dia dalam kondisi baik. Bayi tidak meminta kita untuk sempurna, tapi mereka membutuhkan kita ada. Kedekatan emosial memiliki pengaruh positif yang luar bisa terhadap kesehatan bayi. Dengan metode kanguru adalah saat yang tepat bagi kita untuk merasakan denyut jantung bayi, tarikan nafasnya, mencium harum badannya, dan merasakan kelembutan kulitnya. Semua bayi adalah anugrah yang tidak akan bisa digantikan dengan apa pun. Apakah kesempatan untuk bersama dengannya yang begitu singkat kita sia-siakan begitu saja? Maukah kita bernasib sama dengan mereka yang kehilangan bayinya karena langsung dipisahkan dengan inkubator?
Sebetulnya inkubator yang paling hebat adalah tubuh kita. Bahkan tubuh kita adalah labolatorium yang paling canggih dibandingkan dengan laboratorium yang dibuat oleh manusia. Tanpa perlu mengatur tombol untuk menaikkkan dan menurunkan suhu, tubuh kita bisa secara otomatis menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi. Ketika suhu tubuh bayi dingin, maka suhu tubuh ibu atau orang yang melakukan KMC akan naik, demikian pula sebaliknya, sehingga suhu tubuh bayi selalu dalam kondisi normal dan bayi pun dalam kondisi nyaman.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!